Dian Bergemerlapan

I. Dian bergemerlapan Selakan buku kedengaran Dian bergemerlapan Asap berkepul-kepulan II. Tanggal 4 Januari 1946 Ibu kota jadi Yogyakarta Soekarno Sang Proklamator Hatta Bapak Koperasi Syahrir jadi Perdana Menteri Lahirlah sajak bertema patriotisme Chairil menamakannya Krawang-Bekasi mengabdikan nama tiga bapa bangsa ini Dengar, dengarlah rintihan Insan-insan muda yang rela mati demi perjuangan, kemerdekaan meminta kesedaran serta simpati Kenang, kenanglah mereka Lanjutkan perjuangan mereka Membela tanah air tercinta III. Tanggal 28 April 1949 Terpisah Chairil dari duniawi Pertemuan bisu Hapsah sebagai saksi Apa pula nasib anaknya Evawani Yang diwariskan hanya sepotong baju dan celana dompet dan kertas berisi sajak-sajak yang dia cipta Dalam pencarian identiti Sebenarnya Chairil punya jati diri Bohemian gaya hidupnya Bukan bermakna Tiada tentu arah Tujuannya bukan untuk nama Hanya luahan batin semata-mata Dian bergemerlapan Asap berkepul-kepulan Selakan buku kedengaran Chairil Anwar dalam kenangan Safiyah Salmi 17.10.2017 Sajak ini merupakan respons kepada sajak 'Karawang-Bekasi' karya Chairil Anwar (1948).