Alam Peribadi: Memori di Mersing

memori di mersing

cemara seakan menari, reranting turut menghayun gemalai,

helai daun saling melambai ikut alunan bayu samudera yang menderu deras, sederas arus ombak cina selatan derus memukul pantai bertubi bikin pasir pecah berterbangan hinggap di pipi, terasa juga hangat si bintang hari mengintai di celah pohon yang bayangnya kujadikan payung teduh, mataku amati karenah alami hingga lelah kuyu dibuai lena, aku tenggelam mendalam hingga lemas dibalik kabus memori yang datang berarak mengekoriku–indah, lalu kusentak dari lamunan, bak si layang putus tali di sisir pantai mersing


Muhaimin